Home > Tanya-Jawab > Biaya KPR/KPA

Biaya KPR/KPA

November 23, 2012 Leave a comment Go to comments

Kredit Rumah

Biaya-Biaya Yang timbul

Uang Tanda Jadi
Ketika memutuskan untuk membeli rumah, anda akan diminta untuk membayar Uang Tanda Jadi kepada agen perumahan, pengembang atau langsung kepada penjual perorangan.
Uang tanda jadi ini terikat pada perjanjian selanjutnya sehingga baik anda maupun penjual dapat membatalkan transaksi sebelum ada perjanjian jual beli yang sah.
Bila anda membeli dari pengembang umumnya uang tersebut tidak dapat dimintakan kembali.

Biaya Legal
Biaya yang dimaksud adalah biaya notaris yang umumnya berkisar antara 2,5% sampai 3% harga jual properti.
Biaya notaris ini mencakup pengurusan Cek Sertifikat, Perjanjian Pengikatan Jual Beli/ PPJB atau Akta Jual Beli/ AJB, Pendaftaran Balik Nama dikantor BPN, Perjanjian Kredit dan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan/ SKMHT atau Akta Pemasangan Hak Tanggungan/APHT di bank.
Peningkatan status tanah dapat dilakukan dengan biaya terpisah bila diinginkan.

Pajak Terkait
Pembayaran Pajak pada pemerintah wajib dilakukan bilamana anda melakukan transaksi jual beli.
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% wajib anda bayar bila membeli properti baru dari pengembang.
Sedangkan bila membeli rumah melalui agen perumahan atau pribadi anda diwajibkan membayar pajak sebesar 5% yang disebut Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Besarnya BPHTB adalah 5% dari harga jual properti atau Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), yang mana yang lebih besar.
Notaris tidak dapat melakukan balik nama sertifikat bilamana pembayaran pajak belum selesai.

Valuasi
Valuasi atau penilaian atas properti merupakan prosedur yang harus dijalani bila anda mengajukan KPR/KPA. Valuasi dilaksanakan oleh perusahaan penilai profesional yang ditunjuk oleh bank.
Penilai tersebut akan menaksir nilai properti yang akan anda beli kemudian menyiapkan laporan penilaian bagi bank. Laporan hasil penilaian tersebut sangat penting bagi pihak bank karena merupakan acuan dalam memberikan pinjaman. Besarnya pinjaman yang disetujui bank umumnya berkisar 70% sampai 80% hasil penilaian.
Biaya penilaian dibayarkan langsung oleh si calon peminjam kepada bank. Besarnya biaya tergantung pada luas tanah namun umumnya antara Rp. 200.000, 00 sampai Rp. 750.000, 00.

Biaya-biaya Bank
Saat anda mengajukan KPR pada bank terdapat biaya yang harus anda bayar sehubungan dengan permohonan tersebut yaitu :
Biaya Provisi; besarnya adalah 1% plafon pinjaman.
Biaya Administrasi; besarnya antara Rp. 200.000, 00 sampai dengan 0,1% plafon kredit.
Pembayaran biaya ini berbeda pada tiap bank, terkadang pada saat penandatangan akad kredit atau dipotong langsung dari pinjaman anda.

Uang Muka
Setelah anda memutuskan untuk melanjutkan transaksi pembelian rumah, anda perlu membayar Uang Muka pada penjual sejumlah 20% sampai 30% nilai properti.
Pembayaran Uang Muka tersebut umumnya dilakukan pada saat penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) serta akad kredit dibank. Pada saat yang bersamaan bank akan mencairkan pinjaman anda.

Asuransi Rumah
Asuransi rumah yang diatur oleh pihak bank umumnya hanya perlindungan atas bangunan saja sehingga sering disebut asuransi kebakaran yang perlindungannya meliputi bahaya kebakaran, arus pendek listrik, percikan api, asap, dan petir.
Namun anda dapat menambahkan manfaat perlindungan lainnya bila diinginkan seperti bahaya banjir, gempa bumi, dan pencurian serta memasukan barang-barang berharga lainnya seperti peralatan dan perlengkapan rumah dengan membayar premi ekstra untuk manfaat tambahan tersebut.
Premi asuransi rumah harus dibayar dimuka untuk selama masa pinjaman. Cara pembayarannya berbeda pada tiap bank; disetor langsung pada bank sebelum akad kredit atau dipotong langsung dari pinjaman.

Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa ini berbeda dari asuransi jiwa pada umumnya, karena asuransi jiwa ini berkaitan dengan jangka waktu pinjaman anda pada bank.
Asuransi tersebut bertujuan untuk melindungi keluarga atau pasangan bila anda tutup usia sebelum melunasi hutang anda pada bank.
Jangka waktu perlindungannya sama dengan jangka waktu pinjaman dan dikhususkan untuk menutup sisa hutang yang ada.
Premi asuransi jiwa harus dibayar dimuka untuk selama masa pinjaman. Cara pembayarannya berbeda pada tiap bank; disetor langsung pada bank sebelum akad kredit atau dipotong langsung dari pinjaman.

Categories: Tanya-Jawab
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s