Home > Tips-tips > Keuntungan dan Kerugian Membeli Apartemen

Keuntungan dan Kerugian Membeli Apartemen

December 20, 2012 Leave a comment Go to comments
Saat ini semakin marak pembangunan apartemen di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jakarta, sebut saja di sekitar jalan protokol seperti Thamrin, Sudirman dan Casablanca. Bahkan pembangunan apartemen di pinggiran kota Jakarta seperti Depok, Bekasi dan Serpong pun semakin ramai.

Pada tahun-tahun mendatang diperkirakan akan semakin banyak pembangunan apartemen di Indonesia, khususnya di Jakarta. Ramainya pembangungan apartemen tidak terlepas dari potensi permintaan masyarakat karena bergesernya gaya hidup masyarakat perkotaan yang ingin hidup lebih praktis dan jenuh dengan kemacetan lalu lintas yang kian hari kian parah.Tinggal di apartemen bisa dengan cara membeli atau menyewa apartemen. Beberapa informasi yang perlu diketahui mengenai seluk beluk apartemen seperti dibawah ini.

Kelas apartemen :

1. Rumah susun.

2. Apartemen Subsidi.

3. Apartemen.

4. Kondominium.

Furniture :

1. Unfurnished.

2. Semi furnished.

3. Full furnished.

Harga apartemen (jika membeli) dapat dikelompokkan :

1. Low End (harga sekitar Rp. 5 juta sd 6 juta / m2).

2. Middle-low (harga sekitar Rp. 6 juta sd 10 juta / m2).

3. Middle-up (harga sekitar Rp. 10 juta sd 20 juta / m2).

4. Luxury (harga diatas Rp 20 juta / m2).

Harga sewa apartemen

Harga sewa apartemen sangat tergantung dari kelas apartemen, lokasi, luas, fasilitas dan furnitur yang tersedia. Di Jakarta, harga sewa apartemen bisa bervariasi, dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Studio (tanpa sekat), harga berkisar 2,5 juta sd 6 juta per bulan.

2. Satu kamar, harga berkisar 5 juta sd 10 juta per bulan.

3. Dua kamar, harga berkisar 8 juta sd 15 juta per bulan.

4. Tiga kamar, harga berkisar 12 juta sd 30 juta per bulan.

5. Harga sewa apartemen besar dan luxury berkisar 45 juta sd 80 juta per bulan.

Melihat harga beli maupun harga sewa apartemen, wajar saja jika seseorang yang tinggal di apartemen di Jakarta bisa dianggap “orang berpunya”, mengingat selain harga beli atau biaya sewa yang lumayan besar, belum lagi biaya-biaya lainnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, sudah sepadankah biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh ?

Untung rugi tinggal di apartemen akan saya sharing dalam tulisan ini.

Pertama-tama, saya mulai dengan “Kerugian” yang umum terjadi yaitu :

1. Jika membeli apartemen, nilai investasi jangka panjang lebih rendah dibanding jika membeli rumah

2. Jika menyewa apartemen, biaya sewa lebih tinggi dibanding sewa rumah biasa.

3. Mahalnya biaya perawatan, biaya listrik dan air.

4. Barang kebutuhan dasar rumah tangga seperti air mineral dan gas yang dijual di apartemen lebih mahal dibanding dengan diluar apartemen. Bisa saja membeli dari luar, tapi agak kurang praktis, karena barang tersebut tergolong berat jika diangkat sendiri.

5. Biaya baru yang timbul seperti biaya laundry karena kondisi ruang yang terbatas untuk menjemur pakaian.

6. Tingkat sosialisasi sesama penghuni apartemen sangat sedikit, sehingga kemandirian menjadi wajib.

7. Jika ada surat yang datang, kiriman paket atau berlangganan koran, semua barang tersebut akan di masukkan di mailbox oleh petugas apartemen. Berbeda dengan di rumah biasa, barang kiriman bisa langsung kita terima. Di apartemen, kita sendiri yang harus mengambil di mailbox atau di resepsionist.

8. Karena gedung bertingkat tinggi, saya sering mengalami gangguan sinyal telpon genggam. Bisa dibayangkan, jika sedang asyik berkomunikasi lalu tiba-tiba putus. Biasanya untuk mengantisipasi putusnya pembicaraan, saya rela bicara di telpon sambil berdiri di teras unit apartemen saya yang lumayan kena panas jika siang hari.

9. Lemahnya sinyal internet. Untuk memperkuat sinyal internet, terpaksa kita harus keluarkan uang extra untuk beli alat penguat sinyal atau berlangganan internet yang menggunakan kabel.

10. Jika punya mobil, harus bayar parkir berlangganan. Jangan berharap kita selalu bisa parkir di tempat yang sesuai harapan kita seperti di dekat lift karena hukum siapa cepat, dia dapat, sangat berlaku di tempat parkir apartemen.

11. Jika punya mobil dan sering digunakan keluar, resiko terhadap penyusutan mesin mobil lebih tinggi karena setiap hari mobil harus nanjak ke tempat parkir di lantai 7 atau lantai 10 misalnya. Saya juga merasakan ketidaknyamanan jika pulang agak malam dan harus menyetir mobil dengan menyusuri lantai demi lantai jalanan menanjak dan sepi di lantai parkir apartemen.

12. Resiko cepatnya penyusutan sepatu juga sangat mungkin terjadi karena jarak tempuh dari unit ke lobby atau tempat parkir lebih jauh dibanding jika kita tinggal di rumah biasa yang garasinya sangat dekat.

13. Resiko tertular penyakit. Di apartemen hidup sangat tergantung dengan lift. Jika ada orang yang sakit menular dan bersama orang lainnya di lift, sangat mungkin menular kepada yang lain. Mobilisasi sampah juga melalui lift (lift barang) tapi mungkin saja lift barang digunakan oleh penumpang. Hidup di apartemen membutuhkan fisik yang kuat, paling tidak, kuat dari resiko tertular penyakit.

14. Resiko mati listrik. Ketergantungan listrik di apartemen lebih tinggi dari dirumah biasa. Contoh jika listrik mati, apartemen akan sangat panas tanpa AC. Beda dengan rumah biasa yang cenderung punya ventilasi atau lubang angin diatas jendela rumah.

15. Resiko lift mati. Saya pernah mengalami saat listrik mendadak mati dan saya sedang berada dalam lift bersama beberapa orang lainnya.

16. Resiko gempa dan kebakaran. Ini kekhawatiran yang paling besar jika tinggal di apartemen. Tapi pasrahkan saja hidup ini pada Sang Pencipta Yang Maha Mengatur.

17. Hidup harus berbagi. Sebenarnya ini bukan suatu kerugian melainkan suatu nilai kehidupan. Tinggal di apartemen, identik dengan hidup harus berbagi. Berbagi sarana umum.

Selain Kerugian yang sudah saya beberkan diatas, berikut “Keuntungan” yang saya rasakan selama tinggal di apartemen :

1. Semakin dekat dengan lokasi kantor maupun tempat usaha serta tempat lain yang biasa dikunjungi sehubungan dengan pekerjaan atau kegiatan rutin lainnya.

2. Karena jarak semakin dekat, sehingga fisik tidak terkuras atau kelelahan karena menyetir kendaraan. Pikiran dan perasaan juga tidak lagi stres dan tersiksa karena kemacetan parah maupun jarak tempuh yang jauh. Bahkan bisa jalan kaki menuju tempat kerja. Otomatis fisik jadi lebih sehat dan bugar (keuntungan kualitatif yang bisa menyebabkan keuntungan kuantitatif seperti hemat biaya vitamin, biaya obat-obatan jika sakit dan biaya pijat karena kelelahan).

3. Karena jarak yang dekat, sehingga hemat biaya transportasi seperti : hemat BBM, tidak perlu bayar tol, tidak perlu bayar parkir jika jalan kaki. (Keuntungan kuantitatif).

4. Karena jarak yang dekat, sehingga waktu tempuh juga semakin pendek. Otomatis waktu bisa digunakan untuk hal lain yang bermanfaat seperti membaca, mengerjakan pekerjaan rumah atau melakukan kegiatan bisnis bahkan mengerjakan kegiatan sehubungan dengan hobi seperti melukis, menulis artikel, dll. Waktu yang ada bisa juga digunakan untuk istirahat. Bagi orang yang memiliki anak, waktu yang ada bisa digunakan untuk bermain dengan anak atau membantu anak belajar. (Keuntungan kuantitatif & kualitatif).

5. Karena kehidupan serba praktis dan ruangan yang terbatas, menyebabkan lebih mudah untuk membersihkan apartemen, sehingga tidak perlu membayar pembantu. Semua pekerjaan rumah bisa dikerjakan sendiri. Bukan hanya keuntungan karena hilangnya biaya pembantu tapi juga pembentukan mental untuk lebih bertanggung jawab pada kehidupan pribadi. (Keuntungan kuantitatif & kualitatif).

6. Ada pengelola apartemen yang menangani segala urusan seperti perawatan gedung dan pemeliharaan fasilitas, penanganan sampah, dll.

7. Keamanan dan privasi sangat terjamin karena penjagaan 24 jam dan di lengkapi dengan CCTV.

8. Berbagai fasilitas di apartemen seperti kolam renang, fitness center, jogging track, taman bermain, sekolah pre school, tempat kursus bagi anak sekolah, minimarket yang buka 24 jam dan melayani delivery, restoran, café dan mall serta berbagai bank yang dilengkapi dengan ATM. Semua fasilitas yang tersedia sangat memudahkan penghuni apartemen dalam melakukan aktifitas.

9. Karena fasilitas olah raga yang lengkap, penghuni apartemen cenderung jadi lebih rajin olahraga. Pengaruhnya tentu sangat baik bagi kesehatan.

10. Mental berhemat. Karena biaya listrik dan air serta maintenance yang mahal, menyebabkan saya harus berhemat dalam menggunakan listrik dan air. Serta menjaga peralatan seperti saluran pembuangan air, kran, toilet dan fasilitas yang ada di unit agar tidak rusak. Mengingat jika rusak, maka biaya perbaikannya lumayan mahal. Mental berhemat dan merawat ini adalah keuntungan yang tak ternilai. Ini merubah perilaku.

11. Mall yang terletak dibawah apartemen sangat lengkap dan menawarkan aneka peluang usaha. Dulu sebelum saya jadi Perencana Keuangan, saya adalah shopaholic alias gila belanja, sangat mudah tergiur untuk membeli barang-barang yang saya sukai. Tapi sekarang tidak lagi, saya tidak mudah tergoda dengan tawaran barang-barang di mall. Justru sebaliknya, jika saya ke mall, saya selalu berfikir “apa yang bisa saya jual disini, bukan apa yang ingin saya beli disini”. Peluang ini sangat berharga. Betapa tidak, saya mungkin bisa menjual barang-barang yang ada di mall dengan cara online, hanya bermodalkan kerjasama dengan pemilik toko, dimana setiap hari saya bisa kunjungi dengan mudah karena lokasi mall sama dengan lokasi apartemen. Modal lain yaitu kamera, saya foto barang-barang yang saya anggap bisa dijual, kemudian saya promosikan di internet. Jadi reseller, bukankah itu suatu peluang penghasilan ?

Belum lagi peluang usaha lainnya. Apalagi jasa bank dan jasa pengiriman barang lengkap tersedia di mall.

12. Peluang memiliki kenalan baru (networking). Bayangkan, kita bisa bertemu berbagai orang di lift atau di kolam renang atau ruang publik lainnya. Hal ini bisa menjadi peluang usaha.

13. Peluang lainnya seperti peluang ketemu jodoh. Kenapa tidak?

Dari uraian saya diatas, sangat detail untung rugi jika tinggal di apartemen. Banyak potensi keuntungan dan banyak potensi kerugian. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan potensi kerugian, sehingga hidup kita menjadi lebih berkualitas.

Sumber : http://www.propertimedia.com/property-newsflash/82-untung-rugi-tinggal-di-apartemen.html

  1. May 30, 2014 at 9:06 am

    Sangat menarik sekali tulisan artikel anda. Ini benar2 bisa sebagai pertimbangan dan panduan dalam memilih apartemen agar tidak salah dalam memlilih dan membeli. Terimakasih banyak.

  1. October 13, 2013 at 4:19 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s