Home > Tips-tips > Tips Pengajuan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen)

Tips Pengajuan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen)

December 20, 2012 Leave a comment Go to comments

Tips Pengajuan KPA ( Kredit Pemilikan Apartemen ) KPA ( Kredit Pemilikan Apartemen ) merupakan fasilitas pembiayaan yang digunakan untuk membeli apartemen, kondominium, kondotel secara berkala dalam kurun waktu dan jumlah yang ditentukan pihak bank dan pengembang apartemen. KPA sendiri dalam beberapa hal tidak terlalu banyak perbedaan dengan KPR ( Kredit Pemilikan Rumah ), dibeberapa negara model pembayaran kredit pemilikan hunian jenis apapun menggunakan satu istilah yang sama misalnya mortgage di Singapura. Jika merunut perbedaan KPA dan KPE maka perbedaannya terletak pada produk, yang satu rumah dan yang lain apartemen. Pada beberapa bank perbedaannya juga terletak pada nilai suku bunga. Lalu apa saja syarat pengajuan KPA dan tips agar KPA diterima?

1.Lengkapi semua dokumen sebagai syarat utama pengajuan KPA berupa dokumen data diri, data pekerjaan sekaligus penghasilan. adapun dokumen data diri, data pekerjaan sekaligus penghasilan. Adapun dokumen-dokumen yang harus dilengkapi antara lain : fotokopi KTP pemohon dan istri, fotokopi kartu keluarga, fotokopi akta nikah atau cerai, fotokopi NPWP, fotokopi SPT/PPh 21, surat keterangan/rekomendasi perusahaan, slip gaji 1 bulan terakhir dan fotokopi buku tabungan tiga bulan terakhir.

2.Jika unit sudah dipesan lengkapi dokumen-dokumen seperti fotokopi suran pemesanan apartemen, fotokopi jadwal pembayaran, fotokopi pembayaran booking fee, brosur dari pengembang jika dibutuhkan.

3.Buat rangkap seluruh dokumen diatas menjadi beberapa rangkap untuk keperluan pengajuan kepada lebih dari satu bank dan untuk arsip Anda. Lalu isi formulir pengajuan dari bank yang dituju.

4.Usahakan tidak ada kewajiban apapun atau kredit macet yang tertera di SID (Sistem Informasi Debitur) yang digunakan untuk menganalisa aplikasi kredit Anda. Karenanya lunasi semua kredit dan hutang yang menjadi beban Anda.

5.Jika KPA berupa over kredit, maka Anda harus memperhitungkan pengeluaran dalam prosesnya sebagai perbandingan nilai dengan jika Anda membeli baru. Pastikan bahwa over kredit nilainya tidak sepadan atau malah berlebih dengan jika membeli baru.

6.Jika over kredit, tanyakan pada pemilik lamatentang rentang kredit yang telah dibayar dan pastikan tidak ada cicilan yang tersendat selama proses pengalihan kredit. Lalu, negosiasikan harga dengan pemilik lama.

7.Terutama untuk over kredit, juga berlaku untuk yang baru, perhatikan detail unit ruangan yang akan ditempati. Jangan sampai Anda mengeluarkan biaya tambahan menyangkut hal-hal teknis seperti perbaikan dan biaya tak terduga lainnya.

source: propertimedia.com

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s